Sejarah Program Studi

​Dedikasi Sejak 2007: Dari Pesisir Menuju Asia Tenggara.

​”Perjalanan kami dimulai pada tahun 2007. Lahir di tengah semangat pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, Program Studi Akuntansi FEBM UMRAH hadir dengan satu misi mulia: mengisi kekosongan tenaga profesional keuangan di wilayah perbatasan strategis Indonesia.

Selama hampir dua dekade, kami terus bertransformasi. Dari kurikulum konvensional, kami berevolusi mengadopsi semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) hingga kini Kampus Berdampak dan integrasi teknologi digital. Kami menyadari bahwa akuntan masa depan tidak bisa hanya berkutat pada pembukuan, tetapi harus memahami denyut nadi bisnis—khususnya di sektor maritim.

Kini, dengan predikat Terakreditasi B dan lebih dari 1.700 alumni yang tersebar di instansi pemerintah, BUMN, hingga perusahaan multinasional, kami melangkah lebih jauh. Kurikulum 2024 kami adalah bukti komitmen untuk mencetak ‘Arsitek Keuangan’ yang siap bersaing.
​Mata kami kini tertuju pada tahun 2040: Menjadi pusat unggulan riset akuntansi berbasis budaya maritim di Asia Tenggara.

Tonggak Sejarah

Perjalanan kami membangun peradaban maritim.

2007

Awal Berdiri

Program Studi Akuntansi FEBM UMRAH resmi didirikan. Merupakan respon strategis terhadap kebutuhan tenaga akuntan di wilayah Kepulauan Riau yang baru terbentuk.

2014 – 2019

Pengakuan Kualitas

Konsistensi menjaga mutu pendidikan membuahkan hasil. Prodi berhasil meraih dan mempertahankan status Terakreditasi B dari BAN-PT, membangun kepercayaan masyarakat.

2021

Era Merdeka Belajar

Adopsi penuh kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Membuka pintu bagi mahasiswa untuk magang di industri, riset independen, dan pertukaran pelajar.

2024

Revolusi Kurikulum

Peluncuran Kurikulum 2024 yang berbasis Case Method dan Teknologi. Fokus mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi siap memimpin di era digital.

Masa Depan (2040)

Visi Maritim Asia Tenggara

Target strategis kami: Menjadi pusat rujukan riset akuntansi berbasis budaya maritim yang diakui di level Asia Tenggara. Kami sedang membangun jalan menuju ke sana.